Monday, January 15, 2018

Jejaring sosial Sebagai Proses Belajar Dalam Dunia Pendidikan

Jejaring sosial Sebagai Proses Belajar Dalam Dunia Pendidikan
Jejaring sosial Sebagai Proses Belajar Dalam Dunia Pendidikan
   Dalam beberapa kesempatan dalam proses mengajar yang saya lakukan, sering saya menpublish link facebook ataupun twitter, linkedLin kepada para Mahasiswa. Ada sebagian yang beranggapan, Bapak ini suka kali main FB, kayak anak ABG saja. lain nya lagi buat apa kira-kira dalam proses kuliah, gomong-gomong prihal jejaring sosial. Daripada jelasin dalam kelas langsung, mendingan kita baca artikel berikut tentang Fungsi Jejaring Sosial untuk proses belajar.

  Perkembangan zaman di era globasisi menuntut berbagai perubahan dalam berbagai elemen kehidupan. Salah satunya dalam penyebaran informasi dan dalam mengakses informasi, kini menjadi hal yang cepat dan mudah. Perubahan ini tentu saja berdampak dalam kehidupan sehari-hari dikalangan masyarakat, baik itu dampak positif ataupun negatif tergantung masyarakat menggunakan dan memanfaatkannya.

 Penggunaan tekhnologi informasi yang sekarang menjadi trend di kalangan masrakat adalah penggunaan inertenet. Menurut wikipedia disebutkan,  Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, secara harfiah ialah sebuah sistem jaringan global komputer dunia dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

 Dalam dunia pendidikan, internet banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Seperti dimanfaatakan untuk mencari bahan ajar, digunakan sebagai media pembelajaran, sebagai media dalam mengirim tugas, forum diskusi, dan lain sebagainya. Dikarenakan Internet mampu mengkomunikasikan informasi antar jaringan komputer yang terpisah jarak dan waktu, seringpula dimanfaatakan dalam kegiatan belajar jarak jauh (distance learning). Hal ini seperti yang dilakukan oleh Universitas Terbuka dalam mengkases perkuliahannya seringkali menggunakan sistem belajar jarak jauh yang memanfaakan tekhnologi internet. Kegiatan distance learning melalui internet ini disebut juga dengan elektronik learning (e-learning), sebagaimana dituturkan oleh Hartley, (2001) “E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain”.

Dalam distance learning, kegiatan belajar mengajar tidak selalu harus bertatap muka di ruangan kelas. Pertemuan antara siswa dan guru hanya dilakukan beberapa kali dalam satu semesternya. Hal ini terjadi dikarenakan siswa yang mengambil  kuliah secara distance learning memiliki kesibukan lain seperti telah berumah tangga dan telah memililki pekerjaan. Untuk mengontrol dan memeberikan pemahaman yang sesuai atau memberikan pengayaan, sebagai pengajar dosen seringkali berkunjung ke ruang kelas jarak jauh.

 Hambatan yang timbul dalam kegiatan mengajar distance learning adalah jarak yang jauh yang harus ditempuh oleh dosen/pengajar ketika hendak memberikan bimbingan terhadap siswanya, hal ini dinilai selain kurang efektif tapi juga kurang efisien. Terlalu mneita waktu dan menhabiskan dana yang lumayan besar. alternatif solusi yang bisa digunakan untuk permasalahn penganyaan dalam distance learning ini adalah dengan memanfaatkan e-learning sebagai pembelajaran yang menarik di era global dengan menggunakan media yang familiar oleh siswa yaitu jejaring sosial facebook.

Disisi lain, menurut Reza Syaeful (2007) : “e-learning menawarkan  kesempatan  akademis  yang  unik  untuk  memperluas  pengetahuan peserta didik dan bisa memanfaatkan berbagai fasilitas di internet yang ada”, jadi pemanfaatan e-learning menggunakan situs jejaring sosial facebook dapat dijadikan media pembelajaran yang menarik. Karena, memberikan akses kepada informasi online, juga tersedia jaringan dimana para  individu  dapat  saling berinteraksi dan fitur-fitur yang mendukung. Situs jejaring Facebook merupakan salah satu situs jejaring paling populer di indonesia, di mana Indonesia merupakan negara pengguna fafebook (FB) terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). berdasarkan penelitian (TNS) Digital Life,  dari sekitar 30.000.000 orang pengguna internet di Indonesia, sekitar 87% penggunanya selalu mengunjungi jejaring sosial (FB dan twitter). Selain itu, pengguna/pengakses jejaring sosial terbesar di Indonesia adalah usia remaja.

Strategi yang bisa di lakukan untuk pengayaan dalam distance learning ini adalah metode pemberian tugas, metode diskusi, metode kerja kelompok, kegiatan memakai tutor sebaya dan pemodelan atau cara lain dapat menyuruh siswa membaca yang sesuai (Ade Suyitno, 2012). Berdasarkan hal itu maka facebook bisa di jadikan strategi alternatif dalam permasalahn mengontrol dan memeberikan pemahaman yang sesuai atau memberikan pengayaan pada para peserta distance learning. Adapun fitur-fitur facebook yang dapat di gunakan sebagai media pembelajaran adalah :

Wall facebook, fitur ini bisa digunakan sebagai papan informasi.
Facebook note, fitur ini bisa digunakan untuk membuat tulisan singkat atau handout perkuliahan.
Fiture chating, fitur ini bisa diginakan untuk mengobrol langsung dengan sesama pengguna facebook lainnya yang telah menjadi teman, selain itu  bisa menjadi media diskusi online
Facebook group, fitur ini bisa digunakan untuk komunitas peserta didik, kajian-kajian keilmuan, study club, dan mengontrol jumlah siswa/pebelajar yang mengikuti perkuliahaan atau pembelajaran secara distance learning.
Facebook quiz, dalam fitur atau fasilitas ini, bisa dioptimalkan oleh guru atau peserta didik untuk latihan materi untuk evaluasi pembelajaran lewat quiz online yang interaktif.
Facebook share, fitur ini bisa digunakan untuk men-share materi (tulisan singkat, link, gambar, video dsb).
Model pembelajaran yang bisa di gunakan dalam penerapannya yaitu pembelajaran Group Investigation dan TPS (think, pair and share). Adapun strategi yang bisa dipakai adalah:

Guru bisa berperan aktif dengan cara membuat grup yang berhubungan dengan mata pelajaran yang berkaitan. kemudian dapat mensosialisasikannya kepada peserta didik.
Dalam grup, guru bisa berbagi (sharing) materi dari situs web lainnya, baik itu berupa link, gambar dan video. hal ini untuk menambah bahan ajar buat siswa, ruang konsultasi, dan ringkasan materi pada note.
Dalam fasilitas games quiz bisa dijadikan media latihan/evaluasi dengan membuat latihan/quiz di facebook.
Sehingga pemnafaatan E-learning dengan menggunakan media situs jejaring sosial facebook di harapkan mampu menjadi media yang menarik, kreatif dan lebih mendekatkan guru  dengan peserta didiknya.  Sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan tercapainya ketuntasan belajar.

untuk menyukseskan model pembelajaran ini diperlukan partisipasi dari berbagai pihak terkait untuk meminalisir pengaruh negatif  penggunaan facebook  dan mampu meningkatkan manfaat facebook sebagai media pemebelajaran yang menarik dan kreatif.

Referensi

——-. 2009.  facebook sebagai media pembelajaran. tersedia: http://ade-suyitno.blogspot.com/2012/03/facebook-sebagai-media-kreatif-e.html. diakses tanggal 03 januari 2013

Cepi Riyana. 2006. Media Pembelajaran. Modul, Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Bandung.

lestari, leli. 2011. PEMANFAATAN E-LEARNING SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH (PJJ). tersedia: http://lelilestari.blogspot.com/2011/12/pemanfaatan-e-learning-sebagai-sumber.html diakses tanggal  03 januari 2013

Suyitno, Ade. “Facebook Sebagai Media Kreatif E-Learning Untuk Pembelajaran Di Era Global”, Disampaikan Dalam Workshop Dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Dinamik7, April 2012. Di UPI, Bandung

Wikipedia. 2012. Internet. [online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Internet (11 desember 2012)

http://ciqwan.blog.unigha.ac.id/2014/09/27/jejaring-sosial-sebagai-proses-belajar-dalam-dunia-pendidikan/

Tuesday, July 25, 2017

Pengertian E-Learning

Pengertian E-Learning. Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002) mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).

Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Hal ini senada dengan Cambell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat e-learning. Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet.
E-Learning
Ilustrasi E-Learning

      Internet, Intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebahagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video. Ia juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya.

  Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas ‘tradisional’, guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.


  • Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.


  1. Pertama, e- learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
  2. Kedua, e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
  3. Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
  4. Keempat, Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar conten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

  • Sedangkan Karakteristik e-learning dalam “Pengertian E-Learning Menurut Ahli” , antara lain:
  1. Pertama, Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
  2. Kedua, Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
  3. Ketiga, Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
  4. Keempat, Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
  5. Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e- learning, yaitu : sederhana, personal, dan cepat.
  6. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya. Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas.

     Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.


Referensi : 

[Jaya Kumar C. Koran (2002)]
[Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002]
[Rosenberg (2001) ]
[Cambell (2002), Kamarga (2002)]
[Onno W. Purbo (2002) ]
[Khoe Yao Tung (2000)]
[Cisco (2001)]
[wildan.info/e-learning/pengertian-e-learning-menurut-ahli]

Tuesday, July 18, 2017

METAFISIKA SERI FILSAFAT

Sifat manusia selalu mencari jawaban yang diharapkan paling tuntas. Tetapi sebenarnya ia tidak pernah menemukan jawaban seperti itu. Sepertinya jawaban yang paling tuntas itu pada pengalaman spiritual, pada ibadah yang bersifat esoterik, tetapi sebenarnya tidak. Mereka hanya menemukan rasa tenteram, tenang, yang lahir dari ketidaktahuan.

Metafisika juga merupakan usaha menjawab pertanyaan manusia. Metafisika menjanjikan kebijaksanaan, yang kadangkala tidak dapat dipisahkan dari ketidaktahuan. Metafisika berangkat dari ketidaktahuan (dalam bentuk pertanyaan) dan kembali kepada ketidaktahuan (dalam bentuk kearifan, kebijaksanaan).

Filsafat (dan metafisika) pada umumnya mau mengantarkan manusia kepada (mempertanyakan) kehidupan. Sebuah kearifan kuno menandaskan : "Hidup yang tidak digugat tidak layak dihayati". Gugatan ini tidak sekedar menggugat, tetapi mengangkat segi-segi kehidupan yang tidak dilihat sebelumnya oleh orang lain atau oleh ilmu lain.

Kearifan muncul dari usaha meneliti kehidupan dengan serius dan seksama, tetapi tetap mengakui bahwa hidup bukan tanpa misteri. Manusia yang sungguh bergulat dengan kehidupan akan menjadi sadar akan misteri kehidupan dan keterbatasan dirinya, dan dengan demikian ia mampu menempatkan diri. Inilah yang disebut kearifan atau kebijaksanaan.
METAFISIKA


[Sumber : https://mobile.facebook.com/belajar.filsafat ]

Monday, May 22, 2017

Selamat Datang di Kebijakan Privasi Google

Dengan menggunakan layanan Google, Anda memercayakan informasi Anda kepada kami. Kebijakan Privasi ini bertujuan untuk membantu Anda memahami data yang kami kumpulkan, alasan kami mengumpulkannya,dan yang kami lakukan dengan data tersebut. Ini penting; kami harap Anda meluangkan waktu untuk membacanya dengan saksama. Perlu diingat, Anda dapat menemukan kontrol untuk mengelola informasi serta melindungi privasi dan keamanan di Akun Saya 
Google Privacy Policy – Privacy
Google Privacy Policy – Privacy 


Kebijakan Privasi

Terakhir dimodifikasi: 17 April 2017 (Download versi pdf)


Sumber : https://www.google.com/intl/id/policies/privacy/

Monday, October 10, 2016

Membuat Side Bar di OJS (Open Journal Systems)

Sidebar Ojs
Sidebar Ojs
Membuat Side Bar di OJS (Open Journal Systems) Berikut Langkah -langkahnya

Langkah # 1 . Login Sebagai Jurnal Manager
  • Klik System Plugin
  • Klik Generic Plugin
  • Aktifkan/ klik Custom Blok Manager
  • Setelah itu, klik setting dibawah Custom Blok Manager
  • Klik Add Blok tuliskan “Menu Bar
  •  Klik save

    Langkah # 2. Login Sebagai Jurnal Manager
  • Klik System Plugin
  • Klik Block Plugin
  • Cari block yang tadi sudah dibuat, “Menu Bar” (Custom Block Plugin)
  •  Klik Edit dibawah “Menu Bar” (Custom Block Plugin)
  • Silakan masukkan konten yang akan ditampilkan di Menu Bar
  • Misalnya Editorial Board, Focus and Scope, Publication Ethics dll
  • Cara masukkan konten sebaiknya menggunakan skrip html

    Berikut Sourcode HTML
<p style=”padding: 10px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: darkorange; color: green;”>
<span style=”font-size: small; font-family: ‘arial black’, ‘avant garde’;”>ADDITIONAL MENU</span></p>

<p style=”padding: 10px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: navy; color: white;”>
<span style=”color: white;”>EDTORIAL TEAM</span></p>

<p style=”padding: 10px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: navy; color: white;”><span>
<span style=”color: white;”>CONTACT JOURNAL</span></span></p>

<p style=”padding: 10px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: navy; color: white;”>
<span style=”color: white;”>INDEXING</span></p>

<p style=”padding: 10px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: navy; color: white;”>
<a style=”color: white;” href=”/jsp/pages/view/ORDER%20JOURNAL” target=”_self”>ORDER JURNAL</a></p>
<p style=”padding: 7px; border-bottom: 1px solid #aaa; background: #dadada; color: black;”>
<strong>
<span face=”gisha, avant garde” size=”2″ style=”font-family: ‘gisha’,’avant garde’; font-size: small;”>ADDITIONAL MENU</span></strong>
</p>

Sumber : Cara Buat Side Bar di OJS